09 Oktober 2009

Mengapa Takut ke Dokter Gigi ?

Salah satu jawaban paling jelas untuk pertanyaan mengapa orang takut ke dokter gigi adalah karena takut akan adanya rasa sakit selama perawatan gigi ( takut di suntik, di cabut, di bor giginya ). Rasa takut dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk. Tanda-tanda fisiologis mungkin timbul ditandai dengan meningkatnya denyut nadi atau berkeringat. Secara tingkah laku, anak-anak biasanya menunjukkan kecemasan/rasa takut dengan menolak untuk duduk di kursi gigi, sedangkan orang dewasa lebih cenderung tidak mau datang untuk kunjungan berikutnya sesuai perjanjian atau menolak untuk datang ke dokter gigi.


Ada beberapa tehnik untuk menghilangkan/ mengurangi rasa sakit. Berikut ini berapa cara yang sering dilakukan dokter gigi untuk menghilangkan/mengurangi rasa sakit.

  • Menghilangkan/mengurangi rasa sakit karena suntik. Beberapa tindakan kedokteran gigi memerlukan obat anesthetik lokal (obat bius lokal). Obat anesthetik lokal ini di masukan ke tubuh pasien menggunakan jarum suntik. Agar proses penyuntikkan tidak menimbulakan rasa sakit, pertama-tama dokter gigi akan menyemprotkan obat (lidocain) berbentuk aerosol ke mukosa tempat jarum suntik akan di suntikkan. Setelah obat semprot (aerosol) mulai bereaksi ( sekitar 2 menit ) proses penyuntikkan dapat dilakukan dan rasa sakit karena tertusuk jarum akan hilang atau berkurang karena efek dari obat yang telah disemprotkan tadi. Penggunakan jarum suntik yang lembut dan berukuran kecil (ukuran 30G) juga terbukti secara signifikan dapat mengurangi rasa sakit.
  • Rasa sakit karena pengeboran/pencabutan pada gigi. Rasa sakit sewaktu gigi di bor/di cabut dapat dihilangkan dengan terlebih dahulu melakukan tindakan anesthetik pada gigi yang bersangkutan.
  • Pasien yang cemas lebih sensitif terhadap rasa sakit dibandingkangkan pasien yang tidak cemas. Rasa cemas ini timbul karena pasien menganggap bahwa perawatan gigi selalu disertai rasa sakit. Padahal dengan pemakaian beberapa obat anesthetik rasa sakit ini bisa dikurangi bahkan dihilangkan. Pasien yang cemas mempunyai nilai ambang rasa sakit sekitar 28% di bawah pasien yang tidak cemas artinya suatu tindakan yang sebenarnya tidak terlalu menyakitkan akan di rasakan begitu menyakitkan lataran si pasien sudah ketakutan terlebih dahulu.
  • Tehnik pengalihan perhatian. Salah satu penyebab rasa sakit dan kecemasan pada pasien gigi adalah suara bising mesin bor. Suara tersebut dapat meningkatkan kecemasan dan ketegangan. Karenanya untuk menutupi suara tersebut dapat diperdengarkan suara yang lain misalnya musik. Pasien dapat mengatur sendiri volume suara yang didengarkannya.
  • Metode lain untuk menghilangkan rasa sakit adalah Hipnotis. Ini merupakan ketrampilan rumit yang memerlukan cukup banyak latihan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ketidaknyamanan dan kecemasan yang berhubungan dengan perawatan gigi dapat diatasi dengan hipnotis. Tujuan umum dari hipnotis adalah untuk membantu pasien memperoleh perasaan tenang dan percaya bahwa ia dapat menghadapi stres pada situasi tersebut.

Kesimpulan

Ketakutan akan rasa sakit ketika melakukan perawatan gigi selayaknya dihilangkan, karena berbagai metode tersebut di atas terbukti secara efektif dapat mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali rasa sakit. Namun rasa cemas pada pasien inilah yang paling sering menimbulkan perasaan sakit pada suatu perawatan, padahal orang lain yang melakukan prosedur perawatan yang sama tidak merasakan sakit.


Tidak ada komentar: